Selasa, 31 Mei 2016

CATATAN HATI SEORANG JOMBLO

       Ngomongin jomblo, gue jadi inget masa-masa menderita dulu saat masih menyandang status jomblo. Kebetulan tinggal gue doang yang tersisa dari seangkatan seusia yang masih jomblo. Teman- teman sekolah udah nikah semua.Para mantan malah sudah pada punya anak. Moment mengerikan dan horror banget kalau berpapasan mantan di jalan yang lagi gandengan sama suami dan gendong anak, perihnya itu sampe ke ulu hati! Untuk sekadar menyapa aja lidah jadi kelu, bibir kaku, tenggorokan kering, dan susah buang air besar. Yang paling terasa itu susah tidur. Gak enak banget sumpah.

      Untuk bisa tidur nyenyak, gak jarang gue bela- belain ke Alfamart dulu. Gak beli apa-apa. Cuma pengen dapet ucapan "Met malem..." dari mbak- mbak kasirnya, trus pulang, udah. Yang penting ada yang ucapin. Ngeneslah pokoknya. Waktu itu gue perkirakan mbak-mbak kasirnya pasti bergumam gini: "Kasian ni orang. Udah jomblo, insomnia lagi."


        Di pagi harinya, melihat orang pacaran beli sarapan dua bungkus, gue juga ikutan beli dua bungkus. Bukan untuk siapa-siapa. Tapi satu buat dimakan sendiri, satunya lagi buat dipanasi untuk makan siang. Begitu juga kalau ngisi pulsa, paling-paling hanya untuk ngikut kuis-kuis nggak jelas, atau iseng ikutan sms berlangganan yg lagi banyak diiklanin waktu dulu. Saking jomblonya gue coba-coba sms ketik REG spasi JOMBLO kirim ke 4 nomer nggak jelas. Berharap dapet gebetan kan. Yah gitu, isi pulsa hanya untuk memperpanjang masa aktif. Lagian mau sms sama siapa coba?. Bahkan saking lamanya menjomblo, ada sms masuk dari operator aja buru-buru gue balesin "tau nomerku dari mana?". Kadang gue juga ke warnet kalo lagi suntuk, pas ditanyain temen "ngapain ke warnet?". Gue jawab aja "mau download pacar".


        Saat menghadiri kondangan tanpa bawa partner, seolah terasing di keramaian. Jelas terlihat tapi seperti dianggap nggak ada. Jadi jomblo memang hampir nggak ada benernya. Image jomblo gue kala itu keliatan ngenes di mata orang. Kalau gue membela diri dengan mengatakan jomblo itu FREE, mereka jawab iya FREEhatin. Kalau gue bilang biar jomblo yang penting KECE, mereka jawab iya KECEpian. Kalau gue bilang lagi jomblo itu pilihan, mereka jawab yang pilihan itu single, bukan jomblo. Kalau jomblo itu bukan PILIHAN, tapi PULUHAN. Puluhan yang nolak. Aaaarghhh... Faaaaaaaaak pokoknya


         Tapi emang ada benernya juga sih. Teman-teman wanita gue sebenarnya banyak, tapi rata-rata sebastian (sebatas teman tanpa kepastian). Padahal dalam hubungan itu kan harus ada feedback, dua-duanya harus ada usaha. Kalau gue doang yang usaha itu namanya wira usaha. Gue nyaris depresi gara-gara ini. Kalau gagal ginjal itu penyebab kematian nomor dua, maka penyebab kematian nomor satu itu gagal jadian.


        Malam minggu bukan hanya jadi malam yang panjang, tapi panjaaaaaang dan menyeramkan. Kadang merasa bosan, kadang merasa sendiri, dan kadang juga merasa bosan sendiri. Orang pacaran tatap-tatapan mata, orang Long Distance Relationship (LDR) tatap-tatapan foto, gue malah tatap-tatapan dengan bulan.Mending kalau bulan purnama, kan enak dilihat. Lah ini bulannya udah eneg dilihat. Emak gue jadi cemas kalau keseringan menatap bulan trus tiba-tiba gue melolong, meskipun gak ganteng-ganteng srigala. Kan gak lucu.


      Atas kekuatiran emak gue itu juga sampe emak sendiri yang inisiatif membentuk tim untuk mengakhiri kemarau asmara berkepanjangan yang gue alami. Keluarga besar dikerahkan demi mencarikan gue pasangan hidup. Pokoknya gerakannya terstruktur, sistematis, dan masif. Saat tau ada wanita khilaf yang mau, emak gue sampe bikin tumpengan. Acara nikahan digelar di dua propinsi berbeda. Satu di Semarang dan satu di Palembang. Mungkin pernikahan gue dianggap sebagai prestasi terbesar dalam hidup. Hiks..


       Jadi intinya sebenarnya mari meminimalisir status jomblo. Seruan ini khususnya untuk laki-laki. Kalau perempuan kan tinggal menerima doang.
Jangan kebanyakan milih lah, ntar lagi kiamat loh. Nggaak usah pake standar tinggi kalau gak mau jatuhnya sakit. Sebelum menetapkan tipe orang yang menurutmu ideal buatmu, sebaiknya pikirkan dulu satu hal: Apa kira-kira orang seperti itu mau sama kamu?
Jangan-jangan lu ngarep kayak Nabilah,karena kelamaan milih ntar dapatnya Nauzubillah. Tanamkan keseriusan. Jadi laki-laki itu harus punya prinsip atau pegangan hidup. Bukan yang dipegang langsung hidup loh ya. Yang perempuan juga jangan mau digantung, jemuran aja kalau digantung lama pasti hilang, apalagi perasaan. Kalau udah pacaran, jangan jaim tanya kepastian, biar gak kelamaan pacarannya, karena dampak positif kelamaan pacaran itu hanya satu, yaitu positif hamil. Tapi, apapun itu, tetaplah 3-B: Berusaha, Berdoa, dan sesekali Bercermin. Jangan sungkan untuk minta bantuan ke orang-orang terdekat. Kalau udah ada niat baik, Insha Allah pasti dimudahkan. Yakinlah, jodoh pasti bertemu, kalaupun nggak jodoh ya masih bisa bertamu. Samperin aja kerumahnya.

Oke gaes, selamat menikmati malem minggu, malem paling horror untuk para jomblo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar