Selasa, 31 Mei 2016

Ganteng Ini Menyiksaku

GANTENG INI MENYIKSAKU

Benar adanya, sesungguhnya orang harus menerima kenyataan hidup. Apapun itu. Takdir tak bisa dibantah, manusia seakan hanya harus menerimanya. Gue sempet ragu ketika banyak orang bilang gue ganteng. Tapi setelah gue pikir-pikir, jangan-jangan jadi orang ganteng emang nasib gue?? Yaudalah terima aja. Di zaman yang "apasih" ini, ternyata jadi orang ganteng itu susah.

Telah melekat di bayangan orang kalo orang ganteng itu digandrungi, dieluk- elukkan, dipuja, dikagumi. Oke itu bener, tapi itu zaman dulu. Kalo zaman sekarang, orang ganteng itu malah banyak di-diskriminasi, difitnah, dituduh dan disalah-artikan.

Sampe sekarang gue masih kesel sama siapa itu yang bilang, dia bilang kalo cowok ganteng itu kemungkinannya cuma 2, yaitu kalo nggak brengsek (playboy), dia gay. Paradigma itu merugikan gue sebagai cowok ganteng setia baik hati suka menabung penuh talenta. Eaaaaa :|

Gue pernah pasang DP BBM berdua temen gue yang ganteng juga, temen gue ini emang udah deket banget sama gue. Dia friend gue yang emang sering gila- gilaan bareng sama gue lah. Harusnya dengan gue memajang DP bareng dia, orang akan berpikir tentang indahnya persahabatan. Tapi apa yang gue terima?? Komentar temen-temen gue yang laen malah, "ciyeeee...", "langgeng yaaa..", "kapan kalian married??" Fakkk! (Ini tadinya gue pengen nulis faaaaakkkkkkkkkkkkkk, cuma kepanjangan). Gue bete!. Kenapa dua orang ganteng yang foto bareng dibilangnya gay?

Gue kasih tau, dan perhatikan ini baik-baik! Nggak semua orang ganteng itu gay!! Bertrand Antolin, Indra Bruggman, okelah mereka gay. Tapi Ryan Gosling, Brad Pitt, Teuku Wisnu, Darius, mereka itu straight! Dan eeeeitttssss.. Emang lu pikir cowok yang menurut pandangan umum itu nggak ganteng adalah "lurus" semua??

   Susah jadi orang ganteng. Apalagi kalo gantengnya nggak didukung materi, jatohnya malah sakit hati. Kalo cowok jelek tapi beduit, itu ibarat HP CDMA, tapi pulsanya 10 Milyar. Biar jelek-jelek, bisa buat nelpon sepuasnya. Tapi kalo orang ganteng yang kere?? Itu ibarat Harley Davidson, tapi nggak ada bensinnya. Apalah gunanya. Paling buat jadi properti model kalender. PLAAAAK !!!! (nepuk jidad)

Dan lo tau siapa cowok ganteng yang nggak beduit?? Gue. apes juga gue. Jadi inget pengalaman gue,Persis waktu itu, gue lagi berdiri di pinggir jalan, ada dua cewek di sebrang senyum-senyum sama gue.sambil goda-godain. Giliran diliatnya gue berhentiin ojek, mereka buang muka. Pwihhh!! Kenapa cewek harus cari cowok yang punya mobil?? Itu sama aja kayak joki 3 in 1! Ha!!!

Ada yang bilang juga, percuma ganteng kalo nggak lucu. Nah ini yang ngomong gini nggak mikir tentang bagaimana kegantengan itu bukan perkara enteng. Coba lo pikir! Orang ganteng, disuruh, ngelucu. Ini kan lucunya ketutupan ganteng. Yang ada ketawanya malah beda. Gue pernah mencoba ngelawak, eh cewek-cewek ketawanya bukan "hahahahahaha", tapi malah "ah ah ah ah ah..." Kan ngeselin. Itu semacam "hahahahaha" yang dibaca dari kanan dengan nada slow motion.

      Ya kira-kira begitulah susahnya jadi orang ganteng. Cuma banyak yang menuduh kalo gue itu sok ganteng. Kalo emang bener sok ganteng itu mengurangi kegantengan, berarti jangan salahin gue kalo gue bertingkah sok ganteng. Sekarang gini.. Gue ganteng, banget. Gimana caranya biar gue nggak ganteng banget? Ya dengan sok ganteng. Seenggaknya itu kan jadi mengurangi parahnya kegantengan gue. Coba kalo misalnya gue nggak sok ganteng, belagak bego aja gitu merasa muka gue biasa aja, kan jadi malah tambah parah gantengnya. Kasian cowok-cowok laen. Jadi sok ganteng adalah cara gue untuk memperjuangkan keseimbangan sosial.

Posting gue disukai pengusaha plastik kresek, karena banyak yg mau muntah

Catatan Sedih Seorang Jomblo Hikz...

Aku yang menurutmu perhatian, menyenangkan,punya banyak waktu, tapi kalau di hatimu bukan siapa-siapa apa hebatnya?

Dan dia, meski menurutmu kurang perhatian, membosankan, hampir tak punya waktu, tapi kalau di hatimu adalah segala-galanya, berarti dialah juaranya.

Jika kamu mobil maka aku ini tak ubahnya bengkel. Kamu menemuiku hanya ketika ingin memperbaiki kondisimu yang jengkel. Di saat
kecewa kamu kepadaku membawa urai air mata. Dan entah kenapa aku justru bangga, kemudian berusaha sebisaku sehinga matamu kembali berbinar, sampai senyummu kupastikan kembali melebar.

Sementara dia?! Dia seperti garasi,tempatmu kembali mengistirahatkan diri dari malam hingga pagi. Kepadaku, seberapapun lamanya kamu mampir, aku sadar itu hanya parkir, bukan sebuah pemberhentian terakhir.

Untuk bibirmu, aku berupaya segala cara agar selalu tersungging senyuman di sana, iya sebatas itu tugasku. Sementara untuk mengecupnya, aku tak punya hak apa-apa, itu tugas dia. Iya, dan selalu begitu. Kamu datang kepadaku membawa kecewa karenanya, lalu kembali kepadanya membawa bahagia karenaku. Selalu begitu, terus terulang, sudah tak terbilang.

Kamu bodoh, terus bertahan dengan dia yang tak perhatian. Masih memilih dia yang katamu membosankan! Atau...? Atau sebenarnya aku sendirilah yang bodoh, terus menyambutmu meski ini tidak ada bedanya dengan pelarian?! Aku bingung... aku ini mengalah, atau sebenarnya memang kalah? Tapi terserahlah! Memikirkannya saja aku sudah sangat lelah. Kujalani saja meskipun mungkin ini salah.

Jujur setiap melihatnya memandangimu yang
cantik, dalam diam yang geram aku kerap berdoa licik, semoga dia lebih sering memperlakukanmu tidak baik,menyiksa hatimu biar kamu lebih sering kecewa denganya. Agar aku dan kamu lebih sering bersama.

CATATAN HATI SEORANG JOMBLO

       Ngomongin jomblo, gue jadi inget masa-masa menderita dulu saat masih menyandang status jomblo. Kebetulan tinggal gue doang yang tersisa dari seangkatan seusia yang masih jomblo. Teman- teman sekolah udah nikah semua.Para mantan malah sudah pada punya anak. Moment mengerikan dan horror banget kalau berpapasan mantan di jalan yang lagi gandengan sama suami dan gendong anak, perihnya itu sampe ke ulu hati! Untuk sekadar menyapa aja lidah jadi kelu, bibir kaku, tenggorokan kering, dan susah buang air besar. Yang paling terasa itu susah tidur. Gak enak banget sumpah.

      Untuk bisa tidur nyenyak, gak jarang gue bela- belain ke Alfamart dulu. Gak beli apa-apa. Cuma pengen dapet ucapan "Met malem..." dari mbak- mbak kasirnya, trus pulang, udah. Yang penting ada yang ucapin. Ngeneslah pokoknya. Waktu itu gue perkirakan mbak-mbak kasirnya pasti bergumam gini: "Kasian ni orang. Udah jomblo, insomnia lagi."


        Di pagi harinya, melihat orang pacaran beli sarapan dua bungkus, gue juga ikutan beli dua bungkus. Bukan untuk siapa-siapa. Tapi satu buat dimakan sendiri, satunya lagi buat dipanasi untuk makan siang. Begitu juga kalau ngisi pulsa, paling-paling hanya untuk ngikut kuis-kuis nggak jelas, atau iseng ikutan sms berlangganan yg lagi banyak diiklanin waktu dulu. Saking jomblonya gue coba-coba sms ketik REG spasi JOMBLO kirim ke 4 nomer nggak jelas. Berharap dapet gebetan kan. Yah gitu, isi pulsa hanya untuk memperpanjang masa aktif. Lagian mau sms sama siapa coba?. Bahkan saking lamanya menjomblo, ada sms masuk dari operator aja buru-buru gue balesin "tau nomerku dari mana?". Kadang gue juga ke warnet kalo lagi suntuk, pas ditanyain temen "ngapain ke warnet?". Gue jawab aja "mau download pacar".


        Saat menghadiri kondangan tanpa bawa partner, seolah terasing di keramaian. Jelas terlihat tapi seperti dianggap nggak ada. Jadi jomblo memang hampir nggak ada benernya. Image jomblo gue kala itu keliatan ngenes di mata orang. Kalau gue membela diri dengan mengatakan jomblo itu FREE, mereka jawab iya FREEhatin. Kalau gue bilang biar jomblo yang penting KECE, mereka jawab iya KECEpian. Kalau gue bilang lagi jomblo itu pilihan, mereka jawab yang pilihan itu single, bukan jomblo. Kalau jomblo itu bukan PILIHAN, tapi PULUHAN. Puluhan yang nolak. Aaaarghhh... Faaaaaaaaak pokoknya


         Tapi emang ada benernya juga sih. Teman-teman wanita gue sebenarnya banyak, tapi rata-rata sebastian (sebatas teman tanpa kepastian). Padahal dalam hubungan itu kan harus ada feedback, dua-duanya harus ada usaha. Kalau gue doang yang usaha itu namanya wira usaha. Gue nyaris depresi gara-gara ini. Kalau gagal ginjal itu penyebab kematian nomor dua, maka penyebab kematian nomor satu itu gagal jadian.


        Malam minggu bukan hanya jadi malam yang panjang, tapi panjaaaaaang dan menyeramkan. Kadang merasa bosan, kadang merasa sendiri, dan kadang juga merasa bosan sendiri. Orang pacaran tatap-tatapan mata, orang Long Distance Relationship (LDR) tatap-tatapan foto, gue malah tatap-tatapan dengan bulan.Mending kalau bulan purnama, kan enak dilihat. Lah ini bulannya udah eneg dilihat. Emak gue jadi cemas kalau keseringan menatap bulan trus tiba-tiba gue melolong, meskipun gak ganteng-ganteng srigala. Kan gak lucu.


      Atas kekuatiran emak gue itu juga sampe emak sendiri yang inisiatif membentuk tim untuk mengakhiri kemarau asmara berkepanjangan yang gue alami. Keluarga besar dikerahkan demi mencarikan gue pasangan hidup. Pokoknya gerakannya terstruktur, sistematis, dan masif. Saat tau ada wanita khilaf yang mau, emak gue sampe bikin tumpengan. Acara nikahan digelar di dua propinsi berbeda. Satu di Semarang dan satu di Palembang. Mungkin pernikahan gue dianggap sebagai prestasi terbesar dalam hidup. Hiks..


       Jadi intinya sebenarnya mari meminimalisir status jomblo. Seruan ini khususnya untuk laki-laki. Kalau perempuan kan tinggal menerima doang.
Jangan kebanyakan milih lah, ntar lagi kiamat loh. Nggaak usah pake standar tinggi kalau gak mau jatuhnya sakit. Sebelum menetapkan tipe orang yang menurutmu ideal buatmu, sebaiknya pikirkan dulu satu hal: Apa kira-kira orang seperti itu mau sama kamu?
Jangan-jangan lu ngarep kayak Nabilah,karena kelamaan milih ntar dapatnya Nauzubillah. Tanamkan keseriusan. Jadi laki-laki itu harus punya prinsip atau pegangan hidup. Bukan yang dipegang langsung hidup loh ya. Yang perempuan juga jangan mau digantung, jemuran aja kalau digantung lama pasti hilang, apalagi perasaan. Kalau udah pacaran, jangan jaim tanya kepastian, biar gak kelamaan pacarannya, karena dampak positif kelamaan pacaran itu hanya satu, yaitu positif hamil. Tapi, apapun itu, tetaplah 3-B: Berusaha, Berdoa, dan sesekali Bercermin. Jangan sungkan untuk minta bantuan ke orang-orang terdekat. Kalau udah ada niat baik, Insha Allah pasti dimudahkan. Yakinlah, jodoh pasti bertemu, kalaupun nggak jodoh ya masih bisa bertamu. Samperin aja kerumahnya.

Oke gaes, selamat menikmati malem minggu, malem paling horror untuk para jomblo